Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

benteng keraton GOA ARUNG PALAKKA

GOA ARUNG PALAKKA
Berhubung banyak dari rekan2 group bertanya tentang Goa Arung Palakka Maka Admin menguploadnya ke Group..Tampak Pintu Masuk menuju Goa Arung Palakka (Lawana Kampebhuni) dan Goa Arung Palakka..Disinilah Lokasi Persembunyian Arung Palakka Ketika dikejar pasukan kerajaan Goa di Buton ..Goa ini berada disisi Timur Benteng Keraton Buton..jaraknya 200 Meter dari pintu Masuk (Goa Kampebhuni)..jalan setapak menuju goa telah disemen...
http://bentengkeratonbuton.blogspot.com/
http://bentengkeratonbuton.blogspot.com/

readmore »»  

Sejarah Kerajaan Buton

http://baca-anmemek.blogspot.com/
Cikal bakal negeri Buton untuk menjadi sebuah Kerajaan pertama kali dirintis oleh kelompok Mia Patamiana (si empat orang) yaitu Sipanjonga, Simalui, Sitamanajo, Sijawangkati yang oleh sumber lisan mereka berasal dari Semenanjung Tanah Melayu pada akhir abad ke – 13.
Mereka mulai membangun perkampungan yang dinamakan Wolio (saat ini berada dalam wilayah Kota Bau-Bau serta membentuk sistem pemerintahan tradisional dengan menetapkan 4 Limbo (Empat Wilayah Kecil) yaitu Gundu-gundu, Barangkatopa, Peropa dan Baluwu yang masing-masing wilayah dipimpin oleh seorang Bonto sehingga lebih dikenal dengan Patalimbona. Keempat orang Bonto tersebut disamping sebagai kepala wilayah juga bertugas sebagai pelaksana dalam mengangkat dan menetapkan seorang Raja. Selain empat Limbo yang disebutkan di atas, di Buton telah berdiri beberapa kerajaan kecil seperti Tobe-tobe, Kamaru, Wabula, Todanga dan Batauga. Maka atas jasa Patalimbona, kerajaan-kerajaan tersebut kemudian bergabung dan membentuk kerajaan baru yaitu kerajaan Buton dan menetapkan Wa Kaa Kaa (seorang wanita bersuamikan Si Batara seorang turunan bangsawan Kerajaan Majapahit) menjadi Raja I pada tahun 1332 setelah mendapat persetujuan dari keempat orang bonto/patalimbona (saat ini hampir sama dengan lembaga legislatif).
Dalam periodisasi Sejarah Buton telah mencatat dua Fase penting yaitu masa Pemerintahan Kerajaan sejak tahun 1332 sampai pertengahan abad ke – 16 dengan diperintah oleh 6 (enam) orang raja diantaranya 2 orang raja perempuan yaitu Wa Kaa Kaa dan Bulawambona. Kedua raja ini merupakan bukti bahwa sejak masa lalu derajat kaum perempuan sudah mendapat tempat yang istimewa dalam masyarakat Buton. Fase kedua adalah masa Pemerintahan Kesultanan sejak masuknya agama Islam di Kerajaan Buton pada tahun 948 Hijriah ( 1542 Masehi ) bersamaan dilantiknya Laki La Ponto sebagai Sultan Buton I dengan Gelar Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis sampai pada Muhammad Falihi Kaimuddin sebagai Sultan Buton ke – 38 yang berakhir tahun 1960
readmore »»  

Daftar Nama Raja dan Sultan Buton

http://baca-anmemek.blogspot.com/Berikut ini daftar raja dan sultan yang pernah berkuasa di Buton. Gelar raja menunjukkan periode pra Islam, sementara gelar sultan menunjukkan periode Islam.
Raja-raja:
1. Rajaputri Wa Kaa Kaa (Pertengahan Abad XIV)
2. Rajaputri Bulawambona (Akhir Abad XIV)
3. Raja Bancapatola/Bataraguru (Awal Abad XV)
4. Raja Tuarade (Akhir Abad XV)
5. Rajamulae (Awal Abad XVI)
6. Raja Murhum (1538-1558)
Sultan-sultan:
1. Lakilaponto (Murhum) / Sultan Kaimuddin Khalifatul Khamis (1558-1584 M)
2. La Tumpamasi / Sultan Kaimuddin (1584-1591)
3. La Sangaji / Sultan Kaimuddin (1591-1597 M)
4. La Elangi / Sultan Dayanu Ikhsanuddin (1597-1631 M)
5. La Balawo / Sultan Abdul Wahab (1631-1632)
6. La Buke / Sultan Gafurul Wadudu (1632-1645)
7. La Saparigau (1645-1647 M)
8. La Cila / Sultan Mardan Ali (1647-1654 M)
9. La Awu / Sultan Malik Sirullah (1654-1664 M)
10. La Simbata / Sultan Adilil Rakhim (1664-1669 M)
11. La Tangka Raja / Sultan Dayanu Kaimuddin (1669-1672 M)
12. La Tumpamana / Sultan Zainuddin (1680-1688 M)
13. La Umati / Sultan Liyauddin Ismail (1688-1695 M)
14. La Dini / Sultan Syaifuddin (1695-1702 M)
15. La Rabaenga / Sultan Syaiful Rijali (1702 M)
16. La Sadaha / Sultan Syamsuddin (1702-1709 M)
17. La Ibi / Sultan Nasiruddin (1709-1711 M)
18. La Tumparasi / Sultan Muzhiruddin Abdul Rasyid (1711-1712M)
19. Langkariri / Sultan Sakiyuddin Durul Alam (1712-1750 M)
20. La Karambau / Sultan Himayatuddin Muh. Saidi (1750-1752 M)
21. Hamim / Sultan Sakiyuddin (1752-1759 M)
22. La Maani / Sultan Rafiuddin (1759-1760 M)
23. La Karambau / Sultan Himayatuddin Muh. Saidi (1760-1763 M)
24. La Jampi / Sultan Kaimuddin (1763-1788 M)
25. La Masalalamu / Sultan Alimuddin (1788-1791 M)
26. La Kopuru / Sultan Muhayuddin Abdul Gafur (1791-1799 M)
27. La Badaru / Sultan Dayanu Asraruddin (1799-1822 M)
28. La Dani / Sultan Muh. Anharuddin (1822-1823 M)
29. La Ode Muh. Idrus / Sultan Muh. Idrus Kaimuddin (1824-1851 M)
30. La Ode Muh. Isa / Sultan Muh. Isa Kaimuddin (1851-1871 M)
31. La Ode Muh. Salihi / Sultan Muh.Salihi Kaimuddin (1871-1885 M)
32. La Ode Muh. Umar / Sultan Muh. Umar Kaimuddin (1886-1904 M)
33. La Ode Muh. Asikin / Sultan Muh. Adilil Rakhim (1906-1911 M)
34. La Ode Muh. Husain / Sultan Muh. Husaini Dayanu Ikhsanu Kaimuddin (1914 M)
35. La Ode Muh. Ali / Sultan Muh. Ali Kaimuddin (1918-1921 M)
36. La Ode Muh. Syafiu / Sultan Muh. Syafiul Anami (1922-1924 M)
37. La Ode Muh. Hamidi / Sultan Muh. Hamidi Kaimuddin (1927-1937 M)
38. La Ode Muh. Falihi / Sultan Muh. Falihi Kaimuddin (1938-1960 M).
readmore »»